Puluhan Ekor Hiu Terdampar di Wisata Tanjung Luar Lombok Timur
Desa tanjung
luar merupakan salah satu Desa di kawasan bahari atau peisir timur selatan.
Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur ini dikenal dengan icon
Pasar Ikan tersbesar di NTB. disamping itu, Desa Tanjung Luar tidak hanya
dihuni oleh masyarakat suku sasak saja, namun adapun ditemukan suku mandar,
suku bugis, suku badowe dan lainnya. 90% penduduk Desa Tanjung Luar mata
pencahariannya bergantung pada alam bahari sekitarnya. Berdasarkan Profil Desa tahun 2017-2018 terdata
sejumlah 2432 masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Beragam spesies bawah
laut seperti Ikan cumi, gurita, trijo, tongkol, pari, rumput lain bahkan sampai ikan hiu merupakan penopang hidup masyarakat
Desa Tanjung Luar. Ada yang menarik, hiu adalah salah satu buruan masyarakat yang di tangkap dengan penuh kerja keras serta pertaruhan nyawa. Minimal waktu yang dibutuhkan paranelayan untuk pergi menangkap hiu dari 25 hari sampai dengan 7 bulanan lamanya di atas permukaan laut, tepatnya di laut lepas perbatasan antara laut indonesia dengan australia. Ikan hiu yang diburu adalah hiu liar yang tidak termasuk estuaria konservasi, sehingga penangkapan hiu tersebut diperbolehkan. Sebagian paranelayan lebih senang berburu Ikan hiu daripada ikan-ikan kecil lainnya seperti ikan cumi, gurita, trijo dan lainnya, tentunya harga yang sangat tinggi menyebabkan paranelayan enggan mencari ikan yang tergolong kecil. apasih yang menarik dibagian organ ikan hiu?,,, Siripnya, yakni tepat berada di punggungan dan bagian belakang ekor hiu, masyarakat mengambil sirip hiu untuk di eksport ke china sebagai obat bermacam jenis penyakit. Kisaran harga per sirip hiu cukup tinggi, minimal 2jt tergantung kesehatan hiu tersebut.
![]() |
| .Tempat Stand Hasil Tangkapan Ikan Hiu. |
Selain kekayaan sumber daya alam bawah laut, Desa Tanjung Luar juga tidak kalah keindahan wisatanya. Satu gerbang dengan pasar ikan adalah akses menuju beberapa titik destinasi bahari diantaranya pantai pink, gili maringkik, gili pasir dan tanjung ringgit, untuk menuju destinasi tersebut harus menggunakan boath yang sudah disediakan oleh pokdarwis serta membutuhkan waktu kurang lebih 15 - 20 menit untuk sampai di lokasi destinasi. Dengan melalui dermaga atau pelabuhan tanjung luar untuk mengakses destinasi tersebut ada banyak bonus view yang didapatkan, salah satunya adalah pasar Ikan, yang mana pasar tersebut adalah tempat penampungan beragam spesies ikan hasil tangkapan para nelayan termasuk stand khusus penampungan ikan Hiu. Disamping itu, pemandangan yang dihiasi oleh budaya masyarakat yang menggunakan dialektika dari lintas suku serta jejeran rumah paranelayan yang biasa disebut oleh masyarakat setempat yakni Kampung Nelayan. Tidak kalah menarik Desa Tanjung Luar juga memiliki Rumah Adat Anom atau yang biasa dikenal dengan Bale Langgak, rumah adat tersebut di design seperti balai panggung dengan ketinggian sekitar 2 meter dari permukaan darat. Rumah Adat tersebut digunakan pada saat masyarakat Desa Tanjung Luar melaksanakan ritual budaya seperti nyelamaq segare (syukuran laut), bisoq kremebeng (memandikan Ibu-Ibu yang baru melahirkan) dll. Tentunya setiap ritual tersebut mempunyai nilai filosofinya masing-masing yang ritual tersebut dilaksanakan oleh berbeda-beda suku.
Ingin tau selegkapnya tentang tanjung Desa Tanjung Luar serta keragaman hatinya???.... Ikuti terus rilis artikel terbaru dari https://wisatalombokidn.blogspot.com/ dan jika ingin booking travel maupun ticket peawat bisa melalo PT. Lombok Vaganza Tour & Travel, wa : 081917521702... see you anda stay Hiuu
![]() |
| .sampan warga kampung nelayan. |



.jpeg)